May 27, 2020 Jawa Pers

Pengajian Kebangsaan lll Menangkal Perang Asimetris 

[Dr. Connie Rahakundini Bakrie Prologue, Ketua Bidang Politik: Syahmud Basri Ngabalin, Penyelenggara : Salim Kaddafi dan Andi Maraida, Moderator: Haris Kusworo]

 

Jakarta, JAWAPERS ~ Pengkajian kebangsaan Partai Golkar ini diadakan disaat yang tepat mengingat situasi bangsa yang mengemuka pra peringatan 72 tahun kemerdekaan Indonesia dalam paparan saya ini sangat penting untuk dipahami dalam pembentukan masyarakat dan pempimpin bangsa yang sadar kodrat dan jati diri maritime dan dirgantara.

Indonesia ancaman terbesar jelang 72 tahun kemerdekaan dan pada nilai nilai pancasila diperlunya kehendak pemerintah untuk melakukan Creative Destruction membangun generasi yang mengacu pada solidaritas antrokratik nasional regionalisme meliputi justice/ketentraman serta goodwill/kerukunan.

Dengan 3 dasar yang dijadikan fondasi didalam negeri untuk mengkoreksi gejala tirani dalam system mayoritas. negara maritin (thalassokratia) thallasa artinya lautan, kratia artinya mengetur Negara yang dikelilingi lautan dan Negara yang keberlangsungan dan kesejahteraanya berasal dari kemampuan mengatur laut.

Menurut pakar hukum laut hasjim djalal Negara maritime tidak sama dengan Negara kepulauan, Negara maritin adalah Negara yang mampu memanfaatkan laut walaupun Negara tersebut mungkin tidak punya banyak laut tetapi mempunyai kemampuan teknologi, ilmu pengetahuan, peralatan, dan lain-lain.

Untuk mengelolah dan memanfaatkan laut baik ruang maupun kekayaan alam dan letaknya yang stategis

Banyak Negara kepulauan atau Negara pulau yang tidak atau belum menjadi Negara maritime karena belum mampu memanfaatkan laut yang sudah berada didalam kekuasaanya.

Menurut, Dave Akbarshah Fikarno Laksono perang Asimetris di Indonesia ancaman terhadap keamanan nasional dapat berasal dari negara lain maupun pihak atau aktor non-negara.

Bentuk ancaman ini dapat berupa perang konvensional yang menggunakan kekuatan militer dan senjata. Namun saat ini, kita menghadapi perang asimetris yang tidak menggunakan kekuatan senjata. Perang asimetris dilakukan melalui budaya, ekonomi keuangan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Perang asimetris dilakukan secara tidak langsung untuk mempengaruhi kekuatan dan mengeksploitasi kelemahan lawan dengan memanfaatkan teknologi dan keresahan masyarakat.

Contoh dari perang asimetris ini adalah teror, senjata pemusnah massal, kejahatan transnasional (lintas batas negara) terorganisasi, dan cyber war.

Perang asimetris dapat terjadi dalam skala global, regional, maupun nasional. Dalam skala nasional, dapat terjadi penetrasi asing dan kerawanan nasional.

Ditingkat regional, perang asimetris dapat berupa sengketa wilayah, migrasi internasional, organisasi kriminal internasional, dan dapat dipicu oleh kelompok bisnis transnasional.

Sementara terorisme, perompakan dan bajak laut, teror oleh pemberontak dan gerilyawan, dan adanya negara yang melanggar norma masyarakat internasional adalah contoh-contoh perang asimetris di level global.

Indonesia sebagai negara yang strategis di kawasan tidak dapat dilepaskan dari penerapan perang asimetris.

Ada empat faktor yang berkontribusi terhadap besarnya potensi ancaman perang asimetris di Indonesia. Pertama, struktur nasional, yakni tidak meratanya persebaran pendapatan ekonomi, penyebaran kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi yang belum merata dan berkeadilan. Kedua, perubahan politik seperti demokratisasi, otonomi daerah, dan pemekaran wilayah yang dapat melahirkan pemikiran-pemikiran liberalisme.

Ketiga, adalah lunturnya nilai-nilai pondasi bangsa. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan gotong royong. Dan keempat, kelemahan dalam teknologi komunikasi dan informasi.
Keharusan untuk melakukan liberalisasi ekonomi semakin gencar, terutama oleh negara-negara Dunia Ketiga.

Ada tiga dampak yang muncul dari penerapan kebijakan liberalisasi ekonomi.

Pertama, penurunan tarif yang berdampak pada terbukanya masyarakat miskin untuk mendapatkan produk-produk luar negeri yang jauh lebih murah.

Hal ini akan menciptakan peluang konsumsi yang lebih besar bagi masyarakat Dunia Ketiga untuk mendapatkan barang dengan kualitas baik, tetapi harganya murah.

Sebaliknya, proteksi yang dilakukan oleh pemerintah akan menghalangi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
Kedua, liberalisasi di bidang investasi dengan memperlakukan perusahaan asing sama dengan perusahaan domestik akan membuka peluang investasi yang lebih besar bagi negara-negara Dunia Ketiga.

Jika investasi masuk ke suatu negara, maka dampaknya adalah tercipta lapangan kerja, transfer tekonologi, pengenaan pajak, dan sebagainya.

Ketiga, liberalisasi ekonomi di negara-negara industri maju akan membuka akses pasar negara Dunia Ketiga dengan demikian akan meningkatkan pemasukan mereka melalui kegiatan ekspor.

Dengan liberalisasi ekonomi, suatu negara diyakini dapat mencapai kemakmuran. Inilah suatu doktrin yang diperkenalkan oleh para pendukung liberalisme ekonomi bahwa tidak ada alasan bagi negara-negara di dunia, terutama negara-negara Dunia Ketiga untuk tidak melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi, baik di bidang perdagangan maupun investasi asing.

Penyesuaian-penyesuaian kebijakan itu akan bermuara pada menurunnya tingkat proteksi dan intervensi pemerintah di sektor perekonomian karena pasar yang akan bekerja dengan sendirinya sehingga perekonmian suatu negara akan mengikuti mekanisme pasar.(brt/release)

Related Posts

DPR RI Dianggap Tak Bertindak , Ribuan Mahasiswa Kembali Lakukan Aksi

November 28, 2019

November 28, 2019

Hariannasional.com, Jakarta – Tututan terhadap pemerintah agar segera membersihkan proses tata niaga nikel di Indonesia yang diduga kuat tengah dikuasai...

DPR Dorong Bentuk Pansus Mafia Kartel Nikel

November 29, 2019

November 29, 2019

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Munculnya godfather atau mafia yang mengatur harga nikel terus mencuat ke permukaan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan pembentukan Panitia...

GUESS?, INC. PARTNERS WITH GLOBAL MUSIC SUPERSTAR, J BALVIN TO LAUNCH CAPSULE COLLECTION

April 24, 2019

April 24, 2019

Brand fashion Global berkolaborasi dengan superstar global dan meluncurkan “GUESS Vibras” yang secara ekslusif di desain oleh J Balvin. April...

Satgas MTF TNI Gelar Open Ship di KRI Usman Harun-359

March 16, 2018

March 16, 2018

Bisnis Metro, LEBANON — Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/Unifil (United Nations Interm Force in...

How Effective is Twitter to Share Cancer Clinical Trials?

June 21, 2017

June 21, 2017

Sugar seems to have developed a reputation as the big bad wolf in relation to health. We have reported on...

TNI BERSAMA ACT BANTU RINGANKAN BEBAN MASYARAKAT AKIBAT PANDEMI COVID – 19

April 3, 2020

April 3, 2020

Jakarta – Jawapers.co.id, Kamis 2 April 2020. Nomor : SP-100/IV/2020/Pen. TNI Bersama ACT Bantu Ringankan Beban Masyarakat Akibat Pandemi Covid-19...

Preventive Surgery for Women at High Risk of Breast Cancer

June 21, 2017

June 21, 2017

Sugar seems to have developed a reputation as the big bad wolf in relation to health. We have reported on...

Larangan Ekspor Bijih Nikel, Mahasiswa Kembali Demo Gedung DPR RI

November 28, 2019

November 28, 2019

LampuHijau.co.id – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa dan Koalisi Mahasiswa Indonesia kembali melakukan unjuk rasa di depan gedung...

Susunan Kepengurusan PB SEMMI 2018-2020

June 1, 2018

June 1, 2018

Surat Keputusan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Nomor ; No. Istimewa/SK/A/PB/SEMMI/I/2018 tentang Pengesahan Pengurus Besar Mahasiswa Muslimin...

Everwhite Meluncurkan Produk Terbaru Soothing & Moisturizing Gel dan Brightening Essence Serum

April 18, 2019

April 18, 2019

Jakarta – Produk perawatan kulit semakin berkembang di Indonesia, saat ini yang paling diminati salah satunya yaitu rangkaian perawatan whitening...

A Lot of Patients Prescribed Opioids Following Tooth Extraction

June 21, 2017

June 21, 2017

Sugar seems to have developed a reputation as the big bad wolf in relation to health. We have reported on...

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

February 19, 2018

February 19, 2018

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17...

Your Tongue is Resposible for your Lack of Sleep

June 21, 2017

June 21, 2017

Sugar seems to have developed a reputation as the big bad wolf in relation to health. We have reported on...

Ketum SI bersama Peserta Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (PKU MUI) Bogor

September 6, 2017

September 6, 2017

Berdiskusi Membahas Peranan Ulama Berwawasan Global Bersama Adik2 Peserta Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (PKU MUI) Bogor. sumber: facebook.com...

Depan Istana Negara, KMPB Minta Presiden Berantas Mafia Nikel

November 20, 2019

November 20, 2019

JAKARTA, TRANS89.COM –Unjuk rasa Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa (KMPB) diikuti 30 orang peserta aksi dipimpin Rahmat Imran, berlangsung depan Taman...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published.