February 18, 2020 Jawa Pers

Mau dibawa Kemana Energi Terbarukan? Pertanyaan yang Jarang Dibicarakan dalam Debat Calon Presiden

Jakarta, Jawapers – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Asosiasi-asosiasi Energi Terbarukan, KADIN dan IESR berharap banyak dari debat calon presiden yang kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2019, dan akan membahas isu energi. Pemberitaan media menyampaikan bahwa kedua capres akan menyampaikan pandangan mereka tentang energi terbarukan. Acara siskusi siselenggarakan di Bakoel Kaffee Menteng Jakarta. Jumat (8/2/2019).

Pembahasan tentang energi terbarukan ini menjadi penting mengingat capaian nasional sampai tahun 2018 hanya 8% energi terbarukan dalam bauran energi, bahkan penambahannya sangat kecil dalam 3 tahun terakhir dan diperkirakan target energi terbarukan sebesar 23% akan sulit tercapai pada tahun 2025, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional yang ditetapkan melalui PP 79/2014. Padahal peningkatan pemanfaatan energi terbarukan sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, menyediakan akses terhadap energi di daerah terpencil, terluar dan wilayah timur Indonesia.

Dalam media briefing hari ini Ketua Umum METI, Dr. Surya Darma, MBA, menyampaikan bahwa rendahnya capaian energi terbarukan terutama disebabkan oleh regulasi yang kurang mendukung investasi energi terbarukan. “Kami tidak mengerti mau dibawa kemana energi terbarukan saat ini dengan regulasi yang ada saat ini. Sebagai contoh, Peraturan Menteri ESDM ada yang bertentangan dengan UU 30/2007.

Kami juga belum melihat hal-hal yang konkrit yang akan dilaksanakan oleh kedua capres untuk pengembangan energi terbarukan ini. Oleh karena itu, kami sangat mendukung inisiatif DPR untuk menyusun RUU tentang Energi Terbarukan, yang diharapkan akan dapat menjadi dasar hukum yang kuat sekaligus dapat digunakan untuk menata ulang regulasi untuk pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia”, demikian disampaikan Dr. Surya Darma, MBA.

Menyoroti pengembangan energi terbarukan saat ini, Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR menyampaikan, “rendahnya pencapaian energi terbarukan dalam bauran energi dikarenakan kualitas regulasi yang kurang baik”. Fabby mengambil contoh Permen ESDM No. 10/2017, Permen ESDM No. 50/2017 dan Permen ESDM No. 49/2018. “Pemerintah seharusnya menerbitkan regulasi yang mampu mendorong investasi energi terbarukan, tapi yang terjadi malah sebaliknya, regulasi yang diterbitkan malah menjadi faktor utama penghambat investasi energi terbarukan”. Lanjut Fabby, “regulasi saat ini tidak memberikan kepastian terhadap investasi, menggeser resiko investasi kepada pengembang, proses pengadaan energi terbarukan dengan pemilihan langsung yang sulit diimplementasikan oleh PLN, dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) yang tidak bankable, khususnya untuk pembangkit listrik dengan kapasitas < 10 MW”.

M. Riza Husni, Ketua Dewan Asosiasi METI sekaligus sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA), menambahkan “hampir semua wilayah di Indonesia memiliki sumber energi terbarukan sehingga akan sangat membantu untuk penyediaan energi setempat. Namun disayangkan, pemerintah terkesan menganaktirikan pengembang energi terbarukan dengan kapasitas < 10 MW”.

Selain masalah PJBL yang tidak bankable, hal lain yang memberatkan pengembang energi terbarukan dengan skala < 10 MW adalah skema BOOT. Skema ini menyulitkan pengembang untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan, kecuali apabila pengembang menyerahkanjaminan asset yang lebih besar dari nilai pinjaman. Riza menambahkan “untuk kapasitas >

10 MW PJBL yang ditandatangani pengembang dengan PLN sudah tidak masalah dengan bankability sehingga pengembang bisa memperoleh pendanaan dengan skema project finance dan dengan bunga lebih murah. Hampir semua pemilik proyek > 10 MW adalah asing, sementara pemilik proyek < 10 MW adalah pelaku UKM. Jadi, pemerintah sangat tidak bersahabat dengan pelaku UKM”.

“Apabila pemerintah bisa mendorong pengembangan energi terbarukan dan target 23% energi terbarukan dalam bauran energi dapat tercapai, maka target penurunan emisi gas rumahkaca Indonesia dari sector energi secara otomatis akan dapat tercapai. Tidak hanya itu, dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan, maka ketergantungan terhadap impor BBM dapat dikurangi dan digantikan oleh energi terbarukan”, Paul Butarbutar, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Karbon Indonesia yang juga merupakan

Direktur Eksekutif METI, menambahkan. Paul menambahkan, “dengan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan maka komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris yang ditandatangani tahun 2015 akan dapat dipenuhi”.

“Yang juga perlu mendapat perhatian adalah pengembangan bioenergi, mengingat dampaknya yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat dari penjualan biomas sebagai bahan baku, namun pengembangannya hingga awal 2019 masih stagnan.

Target yang diberikan RUEN untuk PLT Bioenergi tahun 2025 sebesar 5,5 GW akan sangat sulit tercapai dengan regulasi yang ada. Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan potensi bioenergi”, Duncan Kuncara, Sekjen Asosiasi Produsen Listrik Bioenergi Indonesia (APLIBI) menambahkan.

“KADIN menyarankan, Pemerintah harus memperbaiki regulasi, dimulai dengan dukungan terhadap penerbitan UU Energi Terbarukan yang saat ini sudah masuk dalam prolegnas, serta regulasi turunannya. Proses pengadaan energi terbarukan perlu dikembalikan kepada metoda penunjukan langsung, skema BOOT dihilangkan, dan PJBL disusun sedemikian rupa agar bankable serta resiko antara pengembang dan PLN berimbang. Pemerintah juga harus memperhatikan agar PLN diberikan kompensasi agar tidak merugi tanpa mengorbankan para pengembang energi terbarukan. Pemerintah perlu melihat dampak pengembangan energi terbarukan untuk jangka panjang. Langkah pemerintah untuk lebih memprioritaskan pengembangan energi terbarukan merupakan utang yang harus dibayar oleh pemerintah saat ini untuk menyelamatkan generasi yang akan datang”, demikian disampaikan oleh Halim Kalla, Wakil Ketua Umum Bidang Energi Terbarukan & Lingkungan Hidup KADIN.

“Kami meminta komitmen dari kedua calon presiden untuk memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan dalam rangka upaya pencapaian target energi terbarukan dalam bauran energi, pemanfaatan energi terbarukan untuk menyediakan akses energi di wilayah perbatasan, daerah timur dan terluar, serta untuk memenuhi komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris. Hal ini dimulai dengan penataan ulang regulasi hingga penyediaan insentif agar energi terbarukan dapat berkembang. Pemerintah jangan hanya menyediakan insentif untuk energi fosil. Kami berharap dalam debat terkait energi tanggal 17 Februari 2019 kedua pasangan calon presiden bersedia menyampaikan komitmen ini. Sebagai warga dan komunitas yang mendorong termanfaatkannya energi terbarukan. (yanti)

Related Posts

Ketua Setara Institute Anggap Panglima TNI Langgar Kepatutan dan UU TNI

September 26, 2017

September 26, 2017

Bisnis Metro, JAKARTA — Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menyatakan ada pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi nonmiliter. Ketua SETARA Institute,...

KNPI Memperingati ULTAH Yang Ke – 46 Tahun Di Tugu Proklamasi Menteng Jakarta

July 26, 2019

July 26, 2019

Jakarta, Jawapers – 23 Juli 2019. Acara peringatan ini dihadiri oleh bung Akbar Tanjung yang juga termasuk salah satu pendiri...

Kolaborasi JavaMifi dan ‘Pragiwaksono’ World Tour

July 24, 2018

July 24, 2018

Jakarta, Jawapers ( 24 Juli 2018 ) – JavaMifi, brand lokal penyedia layanan sewa pocket wifi untuk wisatawan Indonesia Yang akan...

Warga Penggilingan Datangi Kantor Lurah Penggilingan , Warga Inginkan Agar Tanah Yang Ditempati Puluhan Tahun Di Sertifikatkan

December 7, 2019

December 7, 2019

Jakarta, Jawapers – Jumat 7 Desember 2019. Warga Penggilingan Inginkan Agar Tanah yang Ditempati Puluhan Warga penggilingan yang berdomisili di RT...

Kontrak Kerja Sama ( MOU ) RSPAD Gatot Subroto Dengan Clinique Suisse Dan Penyerahan MOU Antara Duta Besar Vietnam – RSPAD Gatot Subroto

November 15, 2018

November 15, 2018

Jakarta, Jawapers – Senin 12 November 2018. Presidential Hospital RSPAD Gatot Subroto dan Clinique Suisse menandatangani Memorandum Of Understanding (...

Sambut HUT RI ke-73, PT KCI Hadirkan Atlit Legendaris dan Permainan Menarik Bersama Pengguna Jasa

August 17, 2018

August 17, 2018

Jakarta, Jawapers – 17 Agustus 2018 Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 AgustUS 2018, PT Kereta...

AKRJS Dan FWP Adakan Diskusi “Mampukah Pendidikan Kita Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0? “

November 11, 2019

November 11, 2019

  “Kalau Masuknya Indra Charismiadji Nanti Dalam Membantu Menteri Nadiem Makarim Dunia Pendidikan Kedepan Akan Makin Maju ” Jakarta –...

BNN Tembak Mati Dua Penyelundup Sabu

July 16, 2017

July 16, 2017

bisnismetro.com, Sumut – Dua Penyelundup narkoba jenis sabu ditembak mati oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen...

NKRI harga mati. Ketua Umum Unit Sukabumi 23 menyatakan Pancasila sebagai dasar hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final.

August 15, 2017

August 15, 2017

NKRI harga mati. Ketua Umum Unit Sukabumi 23 menyatakan Pancasila sebagai dasar hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final. “Pancasila...

Kasal Buka Seminar Nasional Peringati Hari Hidrografi Dunia

September 4, 2017

September 4, 2017

Bisnis Metro, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2017, Pushidrosal menggelar Seminar nasional bertema “Mapping Our Seas,...

Modus Kecurangan Produsen Beras Maknyuss Diungkap Bareskrim

July 22, 2017

July 22, 2017

BISNISMETRO, BEKASI – Bareskrim Polri mengungkap praktik curang PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi. Produsen beras merek Maknyuss dan...

LAZ Nurul Barqi Indonesia Power bersama PT. KJG Adakan Program Kesehatan IZI di Semarang

March 16, 2018

March 16, 2018

Bisnis Metro, SEMARANG (16/3) – Lembaga Amil Zakat Nurul Barqi PT. Indonesia Power bersama PT. Kalimantan Jawa Gas mendukung program kesehatan...

Pembukaan Jalan Baru Belum Selesai, Masyarakat Tidak Sabar Ingin Mencoba

July 29, 2018

July 29, 2018

Nusa Tenggara Barat, Jawapers – Dilokasi  sasaran 7 TMMD ke 102 tahun 2018 Kodim 1615/Lotim yakni di Desa Sukaraja dilaksanakan program pembukaan...

Princess Cake Luncurkan Varian Rasa Baru

January 15, 2018

January 15, 2018

Bisnis Metro, BOGOR — Di awal pembukaan store sukses dengan 6 varian rasa yaitu Double Cheese, Caramel Cheese, Cheese Talas,...

ALUMNI IMM GELAR SILATNAS ” MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK INDONESIA MAJU”

October 18, 2019

October 18, 2019

Jakarta, Jawapers – 18 Oktober 2018. Kordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas)...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published.