December 6, 2019 Jawa Pers

GAMKI: “Penghapusan Diskriminasi Rasial adalah Kata Kunci Dialog Papua Jakarta, Pemerintah Harus Membentuk Kembali Unit Kerja Khusus untuk Papua*

Jakarta, Jawapers – Jumat 27 September 2019 . Dewan Pimpinan Pusat GAMKI melaksanakan Dialog Publik dengan tema: “Membangun Dialog yang Setara dan Adil antara Papua dan Jakarta” pada hari Jumat (27/9) di Grha

Oikoumene ,Salemba Hadir sebagai narasumber antara lain Willem Wandik (Ketua Umum DPP GAMKI, sekaligus anggota DPR RI Dapil Papua), Dr. Adriana Elisabeth (Peneliti LIPI), Methodius Kossay (tokoh muda Papua), Billy Mambrasar (pelaku social entrepreneur), dan Willem Frans Ansanay (Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat se-Jabodetabek).

Diskusi ini menyimpulkan perlunya pemerintah membentuk desk/unit khusus tentang Papua seperti yang pernah dilakukan oleh era pemerintahan sebelumnya. Semuanya sepakat bahwa dialog yang adil dan setara harus dikedepankan untuk menjawab kebuntuan solusi selama ini. DPP GAMKI berkomitmen untuk secara rutin melaksanakan forum dialog yang melibatkan generasi muda dan tokoh-tokoh Papua.

Willem Wandik dalam pemaparannya menyampaikan bahwa selama ini diskusi-diskusi yang dilakukan tentang Papua belum menyentuh akar persoalan.

“Diskriminasi terhadap mahasiswa Papua harus menjadi fokus perhatian. Hal ini cenderung disepelekan oleh negara kemudian dikaburkan dengan masalah kesejahteraan, pemekaran wilayah, dan pembangunan fisik. Padahal rasisme adalah musuh global yang harus diselesaikan hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.

Willem Frans Ansanay menyampaikan bahwa dialog Jakarta-Papua harus dilakukan secara setara dan adil. Sebelumnya harus ada dialog antara tujuh suku dan komponen-komponennya.

“Selain itu Undang-Undang Otsus harus direvisi, sehingga hak-hak politik dan ekonomi dikembalikan ke Papua. Sebenarnya ada banyak proteksi dan afirmasi terhadap masyarakat Papua di berbagai bidang, akan tetapi rancangan-rancangan Perdasus (Perda khusus) seringkali tidak bisa disetujui dan diwujudkan,” kata Ansanay.

Sebagai perwakilan generasi muda Papua, Methodius Kossay menyatakan hal yang lebih tegas lagi, bahwa sebelum memperkuat UU Otsus perlu untuk menyembuhkan luka batin anak muda Papua. Hal ini penting agar terbangun kembali rasa saling percaya antara pemerintah dan pemuda mahasiswa.

“Mahasiswa Papua mengalami trauma yang mendalam. Pemerintah selalu menaruh kecurigaan terhadap aktivitas mahasiswa Papua, bahkan diskusi-diskusi mahasiswa sering dibatalkan. Mahasiswa Papua yang ditahan di Mako Brimob agar dapat secara mudah dikunjungi oleh sahabat dan keluarganya. Ini adalah bagian dari rekonsiliasi itu,” tegasnya.

Peneliti LIPI, Adriana Elisabeth menjelaskan skema akar masalah dalam Papua Roadmap, salah satunya adalah marjinalisasi dan diskriminasi terhadap masyarakat Papua.

Selain itu juga adalah kegagalan pembangunan, antara lain seperti pelaksanaan Otonomi Khusus dalam 20 tahun ini. Berikutnya adalah kekerasan oleh negara, pelanggaran HAM, dan pendekatan milisteristik yang masih dominan. LIPI sedang merumuskan format dan agenda dialog sederhana yang mampu dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan non-kekerasan dan menghilangkan represifitas.

“LIPI melihat, perlunya rekognisi peran-peran masyarakat Papua terhadap Indonesia. Penghentian kekerasan dan pengusutan kasus-kasus pelanggaran HAM harus dituntaskan. Begitu juga dengan penarikan pasukan dari Papua. LIPI juga beberapa kali sudah menyarankan agar pemerintah melakukan pendekatan dialog dan bukan militeristik,” jelasnya.

Billy Mambrasar menyampaikan pandangan dari perspektif yang berbeda. Dia menyampaikan bahwa ada banyak generasi muda Papua yang berkarya dalam diam, dan selama ini tidak diekspos oleh Media.

“Kita harus merubah paradigma tentang kekayaan alam Papua dari kepemilikan menjadi pengelolaan. Potensi SDA yang banyak tanpa kemampuan untuk mengelola dan memaksimalkan nilai tambah akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu kita harus fokus pada SDM yang kompetitif, bersaing, dan berkarya.”

“Kami memilih untuk berinovasi dan melatih anak-anak Papua untuk ber-entrepreneur. Fenomena yang terjadi bahwa, banyak orang Papua yang berkarya di luar negeri dan hasil kerjanya diakui oleh dunia namun tidak mendapat perhatian di Indonesia,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PGI, Pdt. SAE Nababan, juga memberikan masukan terkait persoalan Papua. Beliau menyampaikan pendekatan militeristik harus diakhiri, pelaku rasisme harus dihukum, dan beri kesempatan yang lebih besar kepada orang Papua.

“Saya pernah ke Papua dan melihat mama-mama Papua berjualan di pinggir jalan sedangkan para pendatang mendapatkan tempat berjualan lebih baik. Pada saat itu saya sarankan kepada pemerintah untuk membalikkan keadaan tersebut, bahkan kalau bisa prioritaskan orang asli Papua,” ujar nya.
( Yanti .R )

Related Posts

Launching Kosmetik Urban Decay Kolaborasi Kristen Leanne

March 15, 2018

March 15, 2018

Bisnis Metro, Jakarta- Brand Urban Decay me-launching produk kosmetik dengan kolaborasi salah satu influencer US yaitu Kristen Leanne, yang dihadiri media...

Nama relawan PROJO pertama muncul pada 21 Desember 2013 dalam sebuah Konferensi Pers Deklarasi Relawan Jokowi di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan

October 23, 2019

October 23, 2019

Jakarta, Jawapers – Rabu 23 Oktober 2019. #PROJO didirikan oleh para mantan aktivis mahasiswa yang sebagian kader PDlP. Mereka bersepakat...

JOKOWI ; KAMPANYE HARUS BERETIKA, RIZAYATI OPTIMIS MENANG DI DAPIL JABAR V

November 14, 2018

November 14, 2018

Bandung, Jawapers – Ribuan calon anggota legislatif (Caleg) dari sejumlah Partai pengusung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor...

Tahun 2018, Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Diproses

January 2, 2018

January 2, 2018

Bisnis Metro, JAKARTA — Menyikapi tahun 2018, kita harus dapat membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berpikir cepat dalam...

Panglima TNI : Pasukan Marinir Laksanakan Tugas Terbaik Demi Kehormatan Bangsa

December 21, 2017

December 21, 2017

Bisnis Metro, JAKARTA — Pasukan Marinir harus tetap memelihara kemampuan, profesionalitas dan semangat juang yang tinggi untuk melaksanakan tugas terbaik...

Panglima TNI Tinjau Pelaksaan Apel Dansat TNI AD

March 16, 2018

March 16, 2018

Bisnis Metro, BANDUNG —Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto meninjau pelaksaaan Apel Komandan Satuan Angkatan Darat (Apel Dansat TNI AD)...

Rosyid Arsyad : Hasil Patungan Pedagang dan Masyarakat; KPP Luncurkan Aplikasi KPP Pasar Online

August 4, 2019

August 4, 2019

Jakarta, Jawapers – Di era milenial saat ini hampir seluruh applikator berlomba-lomba mendirikan applikasi jual beli online, namun saat ini...

Kasal Ade Supandi Buka Rapim TNI AL TA 2018

January 26, 2018

January 26, 2018

Bisnis Metro, JAKARTA — TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Rapat Pimpinan 2018, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade...

ALUMNI IMM GELAR SILATNAS ” MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK INDONESIA MAJU”

October 18, 2019

October 18, 2019

Jakarta, Jawapers – 18 Oktober 2018. Kordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas)...

PENGUATAN DIRI ANAK UNTUK PENGGUNAAN INTERNET AMAN

July 26, 2018

July 26, 2018

Jakarta, Jawapers (26/7) – Berdasarkan data BPS hasil Susesnas tahun 2016, anak Indonesia berjumlah 87 juta jiwa atau 34% dari...

Latihan Pemantapan F1QR Prajurit Satrol Lantamal III Jakarta Berakhir

March 28, 2019

March 28, 2019

Jakarta, Jawapers – 22 Maret 2019. Komandan Satuan Patroli Kolonel Laut (P) Arya Delano, S.E., M.Pd. diwakili Perwira Staf Operasi...

Eksekusi Bangunan di Jalan Nusantara Raya Depok, Ada Pengajian Ibu-Ibu Berlangsung

December 6, 2018

December 6, 2018

Depok, Jawapers. 5 Desember 2018. Kota Depok – Bahwa Pengadilan Negeri Depok diduga telah keliru dalam menetapkan eksekusi terhadap register...

HUT KE – 67 KOPASSUS DI HADIRI PANGLIMA TNI MARSEKAL TNI HADI TJAHJANTO, S.I.P

April 25, 2019

April 25, 2019

Jakarta, Jawapers – 24 April 2019. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menghadiri acara perayaan HUT ke-67 Komando Pasukan Khusus...

BARISAN PECINTA PANCASILA ( BPP ) MENGADAKAN DISKUSI TENTANG ” KULTIVASI NILAI – NILAI LUHUR PANCASILA “DI JAKARTA

October 6, 2019

October 6, 2019

Jakarta, Jawapers – Sabtu 5 Oktober 2019. Barisan Pencinta Pancasila (BPP) menyelenggarakan diskusi tentang *Kultivasi Nilai-nilai Luhur Pancasila* dengan Tema...

Panglima TNI : TNI Hargai dan Dukung Emansipasi Wanita

December 29, 2017

December 29, 2017

Bisnis Metro, YOGYAKARTA — Sampai saat ini TNI Angkatan Udara sudah melahirkan empat generasi penerbang Wanita Angkatan Udara (Wara), yaitu...