May 27, 2020 Jawa Pers

CHANNEL ECONOMIC OUTLOOK “Menuju Kemandirian Energi Nasional” Di Luwansa Hotel Di Jakarta Selatan

Jakarta, Jawapers – Senin14 Oktober 2019. Industri minyak dan gas sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional, kini tengah menghadapi tantangan berat. Salah satunya adalah penurunan produksi, dimana setidaknya dalam lima tahun terakhir, produksi migas Indonesia selalu menurun. Penyebabnya adalah rendahnya tingkat temuan cadangan baru. Dalam 10 tahun terakhir, memang tidak ada cadangan migas berkapasitas raksasa yang ditemukan.

Dan, tanpa adanya cadangan migas baru yang besar, maka produksi migas indonesia akanterus berada dalam tren penurunan, bahkan hingga tahun 2050.

Kondisi ini ditambah dengan konsumsi migas di masyarakat, baik sebagai sebagai bahanbakar kendaraan maupun industri, cukup tinggi. Konsumsi bisa mencapai 1,4 juta hingga 1,6juta barel per hari. Sedangkan produksi hanya di kisaran 750 ribu barel per hari.Dengan demikian, ada ratusan ribu barel yang harus diimpor oleh pemerintah untuk penuhi kebutuhan nasional.

Disisi lain, perjalanan menuju ke kemandirian energi nasional erat kaitannya dengan kondusifitas iklim investasi, dan penggunaan secara optimal sumber-sumber energi baru terbarukan yang melimpah dan tersebar di wilayah Indonesia.

Pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya meningkatkan produksi migas nasional, diantaranya dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri migas. Salah satunya, memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha migas atau kontraktor kerjasama (KKS) melalui fasilitas akses data migas gratis, yang dapat dibuka melalui internet. Kemudian, mendorong penerapan skema gross split, menggantikan skema costrecovery yang dinilai lebih menguntungkan, baik bagi kontraktor maupun untuk pemasukannegara. Saat ini, 43 wilayahkerja migas telah menggunakan skema gross split. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan selaku Keynote Speakerdalam acara IDX Channel Economic Outlook yang mengangkat tema “Menuju KemandirianEnergi Nasional”, Senin 14 Oktober 2019di Hotel JS Luwansa Jakarta, peluang dan tantangan di sektor migas dari hulu sampai hilir sangat besar. Untuk Pemerintah membuka pintu, menerima masukan supaya industri ini bisa tumbuh dengan baik, tetapi yang lebih penting fairness itu ada untuk seluruh sektor yang terkait dengan industri migas.

“Secara makro, fairnessnya itu semua kegiatan itu yang paling fairness adalah efisiensi, yang menentukan adalah kostumer. Peluang dan tantangan bukan hanya regulasi tetapi kultur atau kegiatan minyak dan gas bumi harus di adjust yaitu mengikuti perkembangan yang terjadi,”ucap Jonan Senin (14/10/2019).

Jonan menambahkan, terkait kontrak kerjasama dengan kontraktor kontrak kerjasama(KKKS) saat ini Pemerintah tidak akan mengintroduksi atau merubah perjanjian yang sudah ada. Namun untuk Kontrak Kerjasama yang terlah berakhir akan lakukan perubahan. Selama dua tahun terakhir terdapat 43 KKKS baru.

Jonan menambahkan perkembangan industry migas jauh lebih lambat bila dibandingkan dengan industri lain, telekomunikasi. Menurut Jonan 27 tahun lalu harga satu unit telepon ngenggam seharga satu unit kijang kotak. Namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi perangkat ini menjadi terjangkau, sehingga penetrasi industri telko bisa lebih pesat.

“Peluang dan tantangan bukan hanya regulasi tetapi kultur atau kegiatan minyak dan gas bumi harus di adjust yaitu mengikuti perkembangan yang terjadi. Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari, kemandirian energi nasional kita tahu bahwa tulang punggung ekonomi nasional industry migas, permintaan tinggi, namunproduksi rendah, jika tidak diintisipasi bisa berbahaya bagi Indonesia.

“Kita berharap pemerintah kedepan bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri migas. Semoga ini menjadi masukan komprehensif dan menjadi masukan untuk produksi minyak nasional menuju kemandirian energy,” ucap Apreyvita.

Debat Panjang

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDMDjoko Siswanto menyebutkan, Pemerintah mendorong penerapan skema gross split, menggantikan skema cost recovery yang dinilai lebih menguntungkan, baik bagi kontraktor maupun untuk pemasukan negara. Saat ini, 43 wilayah kerja migas telah menggunakan skema gross split.

Pemerintah juga telah melakukan perbaikan iklim investasi di sektor migas, dimana sebelum penyederhanaan terdapat 373 perijinan, sedangkan di Kementerian ESDM sebanyak 74 perijinan. Setelah penyederhanaan, total perijinan menjadi 247 perijinan, diKementerian ESDM menjadi 22 perijinan.

Sementara itu, John Karamoy, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) menyoroti berkurangnya minat investasi di hulu migas, antara lain disebabkan kontrak kerjasama jangka panjang antara investor, Pemerintah dan regulasinya yang dinilai tidak memberikan kepastian hukum, inkonsisten, dan tumpang tindih.

( Yanti. R)

Related Posts

Uni Eropa Laporkan Indonesia ke WTO soal Larangan Ekspor Ore Nikel

November 29, 2019

November 29, 2019

Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang di salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi...

New Compound Fights Fibrosis in Animals

June 21, 2017

June 21, 2017

Sugar seems to have developed a reputation as the big bad wolf in relation to health. We have reported on...

Rénergie Multi-Lift Ultra Milk PeelInovasi Terakhir Terinspirasi Oleh Prosedur-K

November 15, 2019

November 15, 2019

Bagaimana jika pokok warisan kecantikan Asia menjadi bagian dari rutinitas kecantikan Anda? Sebagai pelopor perawatan kulit dan ilmiah sejati, Lancôme...

Hamdan Zoelva: Cara Berpolitik Parpol Islam Harus Diubah

April 9, 2017

April 9, 2017

Hidayatullah.com – Pimpinan Umum Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva mengatakan, partai Islam maupun yang berbasis masa Islam saat ini dinilai pragmatis...

KMPB Minta Presiden Berantas Mafia Nikel

November 20, 2019

November 20, 2019

APNI, Jakarta – Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa (KMPB) melakukan aksi unjuk rasa di depa n istana presiden Selasa (19/11). Aksi yang diikuti...

PERANG DUNIA KE 3 ? KEPALA STAF AD AMERIKA MINTA PASUKAN BERSIAP HADAPI KORUT

October 13, 2017

October 13, 2017

Bisnis Metro, USA — Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley, mengatakan, peningkatan kesiagaan harus menjadi...

BEKRAF DUKUNG INSAN PERFILMAN DENGAN SERTIFIKASI PROFESI

September 22, 2019

September 22, 2019

Jakarta, Jawapers – Jumat 20 September 2019. Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf ) memfasilitasi sertifikasi profesi didang produksi film bagi 100...

LAKIP-LH Bersama Universitas Mpu Tantular Adakan Diskusi Publik “Penyelengaraan Hutan Kota Di Jakarta Sebagai Wujud Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 Guna Mendukung Pemilu Damai 2019”

September 29, 2018

September 29, 2018

Jakarta, Jawapers – Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar salah satu diantaranya adalah kota Jakarta berpotensi terpapar polusi. Buruknya kualitas...

‘CAGUB MENDENGAR RAKYAT’ Begini Ceritanya

September 9, 2017

September 9, 2017

‘CAGUB MENDENGAR RAKYAT’ Cirebon, JAWAPERS.com – Ratusan masyarakat Kotamadya Cirebon berkumpul didepan Gedung Pabrik BAT Kota Cirebon untuk melakukan dialog bersama...

Launching HejoHejo yang Terbuat dari Rumput Laut Asli Buka Cabang Baru di Equity Tower

September 21, 2017

September 21, 2017

  Jakarta,JAWAPERS – HejoHejo kembali buka cabang baru lagi di ibukota DKI Jakarta, kali ini pihaknya membuka cabang di kawasan...

PERISAI (PERTAHANAN IDEOLOGI SYARIKAT ISLAM) “Sejarah singkat dan Peranannya, serta komitmen dalam mempertahankan NKRI”

April 29, 2018

April 29, 2018

Oleh : Arief Hidayat Ketua PW PERISAI DKI Jakarta PERISAI di dirikan di Jakarta pada tahun 1965 oleh almarhum Mayjen...

Sekelompok Preman Bubarkan Demo Mahasiswa di Dekat Istana

November 15, 2019

November 15, 2019

jpnn.com, JAKARTA – Aksi unjuk rasa ratusan massa dari Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa di depan Gedung RRI di Jalan Medan Merdeka...

Menduga ada Mafia Bijih Nikel, Ratusan Mahasiswa Demo Gedung DPR

November 28, 2019

November 28, 2019

MONITOR, Jakarta – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa dan Koalisi Mahasiswa Indonesia menggelar unjuk rasa di depan...

Kesan Hamdan Zoelva Bertemu Raja Salman (1), Makna Mendalam

March 3, 2017

March 3, 2017

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva merasa mendapat kehormatan, termasuk salah seorang dari 36 undangan tokoh Islam di Indonesia untuk...

Pebalap Venezuela juarai etape terberat Tour Singkarak 2017

November 22, 2017

November 22, 2017

Bisnis Metro, PADANG ARO — Pebalap asal Venezuela Yonnatta Alejandro Monsalve menjuarai etape terberat Tour de Singkarak (TdS) 2017 dari...